Kabupaten Sorong Selatan

Halaman

Kondisi Geografis

Letak Geografis
Kabupaten Sorong Selatan merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Papua  Barat Tanah Papua, merupakan Kabupaten Pemekaran yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2002 dengan ibukota di Teminabuan dan secara operasional dimulai pada 6 agustus 2003. Dalam tahun 2009, berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2009 tentang pembentukan Kabupaten Maybrat, Kabupaten Sorong Selatan, sejak bulan April 2009 secara de fakto dan de jure harus melepaskan sebagian daerah bawahan, yaitu sebanyak 6 Distrik Defenitif dan 5 Distrik Persiapan, termasuk di dalamnya 107 Kampung dan 1 Kelurahan. Pada tahun 2011, Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan terdiri dari 13 Distrik (Distrik Teminabuan, Distrik Wayer, Distrik Konda, Distrik Seremuk, Distrik Saifi, Distrik Fkour, Distrik Sawiat, Distrik Inanwatan, Distrik Matemani, Distrik Kais, Distrik Kokoda, Distrik Kokoda Utara), 120 Kampung  dan 2 Kelurahan dan ada 7 kampung persiapan.
Secara Geografis Kabupaten Sorong Selatan  terletak pada 01º00′ - 02º30′ LS dan 131º00′ - 133º00′ BT, berada pada ketinggian 0-1.362 m dpl. Secara administratif, letak Kabupaten Sorong Selatan berada di antara empat kabupaten ataupun provinsi tetangga, antara lain:


Luas Wilayah dan Topografi
Luas Wilayah Kabupaten Sorong Selatan sampai saat ini belum defenitif dan masih berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak Bakosurtanal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002, Luas Wilayah Kabupaten Sorong Selatan adalah 29.797 Km². Berdasarkan Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 6 tahun 2008 disebutkan luas wilayah Kabupaten Sorong Selatan adalah 9.408,63 km².  Dengan adanya pemekaran daerah baru sesuai dengan Undang – Undang Pembentukan Kabupaten Maybrat Nomor 13 Tahun 2009 Luas Kabupaten Sorong Selatan menjadi  3.946,94 km². Berdasarkan hasil perhitungan kembali melalui Bakosurtanal Pada tahun 2011 luas wilayah Kabupaten Sorong Selatan menjadi 8.424.165 km² meliputi wilayah daratan seluas 6.891.551 km²  (95,1 %) dan luas laut seluas 1.532.614 km²  (4,9 %). Topografis Kabupaten Sorong Selatan sebagian besar daerah lembah atau Daerah Aliran Sungai (DAS) relatif bervariasi mulai dari dataran rendah, rawa-rawa, dan pantai(35%) sampai wilayah dataran tinggi yang merupakan daerah pegunungan dan lereng-lereng(pedalaman,± 65%) Penyebaran wilayah tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Daerah Pegunungan tersebar di distrik : Sawiat dan Fkour
  2. Daerah dataran rendah tersebar di distrik : Teminabuan, Seremuk(Sebagian), Wayer, Moswaren, Kokoda Utara.
  3. Daerah Pantai dan rawa, tersebar di distrik : Inanwatan, Metemani, Kais, Kokoda Utara (Sebagian) dan sebagian Seremuk.

Bagian dataran rendah ditutupi dengan hutan yang di dominasi oleh hutan bakau (mangrove) dan sagu (metroxylon).
Hutan bakau selain sebagai pencegah terjadinya erosi tanah pesisir akibat air laut (abrasi) juga menyediakan tempat hidup yang baik bagi berbagai binatang laut, antara lain ikan, udang, dan kepiting. Binatang-binatang tersebut selama bertahun-tahun telah menjadi mata pencaharian bagi masyarakat pesisir untuk mencari nafkah. Akan tetapi sampai dengan saat ini masih menyimpan potensi yang besar untuk semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dilakukan pengelolaan secara lebih intensif.
Daerah rawa di Sorong Selatan juga menyediakan tanah yang subur bagi tumbuhnya tanaman sagu. Tanaman sagu dapat menjadi alternative bahan makanan untuk menggantikan beras, ubi, jagung, dsb. Karena memiliki tingkat produksi yang paling cepat, tidak memerlukan perawatan yang intensif, dan dapat tumbuh di tanah gambut.


Di kabupaten Sorong Selatan juga terdapat banyak sungai-sungai besar yang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi untuk mengirim logistik ke daerah pedalaman sehingga kebutuhan hidup bagi masyarakat pedalaman yang tidak dapat terjangkau jalan darat dapat di salurkan melalui sungai. Pada beberapa titik, dermaga sungai juga dimanfaatkan sebagai sarana untuk menjual hasil tangkapan nelayan yang baru kembali dari laut. Kabupaten Sorong Selatan terletak pada ketinggian 0-1.362 m dpl. Ibu kota Kabupaten Sorong Selatan , yaitu Kota Teminabuan terletak pada ketinggian 40 m dpl.


Tabel Jarak dari Kota Teminabuan ke Beberapa Ibu Kota di Sorong Selatan :



 

 

Penggunaan Lahan

Kabupaten Sorong Selatan dikenal dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, dengan luas lahan yang berpotensi dikelola lebih lanjut, khususnya untuk lahan pertanian (perkebunan), perikanan. Namun demikian, penggunaan lahan Kabupaten Sorong Selatan hingga tahun 2011 masih didominasi oleh wilayah hutan, selain itu terdapat juga lahan kering.

Tabel Penggunaan Lahan di Kabupaten Sorong Selatan (Ha), Tahun 2011



      
Iklim
Keadaan iklim Kabupaten Sorong Selatan termasuk tropis dengan suhu udara berkisar antara 24,23° Celsius sampai  31,23° Celcius pada siang hari. Suhu terendah biasanya terjadi pada bulan Juli sedangkan suhu tertinggi biasanya terjadi pada bulan Desember. Kelembaban udara berkisar antara 85%. Curah hujan tertinggi mencapai 471 mm terjadi pada bulan September dan terendah 60,30 mm terjadi pada bulan maret. Pada bulan-bulan yang seharusnya turun hujan dalam kenyataannya tidak ada hujan sama sekali, atau sebaliknya pada bulan-bulan yang seharusnya kemarau justru terjadi hujan dengan musim yang jauh lebih panjang.


Kelembaban udara relatif tinggi dengan rata-rata berkisar antara 79,82-85,89 persen dengan kecepatan angin ratarata 2-5 knot per jam.  Selanjutnya curah hujan di Kabupaten Sorong Selatan pada tahun 2010 sangat beragam menurut bulan dan letak stasiun pengamat. Catatan rata-rata curah hujan di Kabupaten Sorong Selatan berada pada kisaran 62,60 – 471,00 mm per tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa curah hujan di Kabupaten Sorong Selatan masih cukup besar.