Kabupaten Sorong Selatan

Uncategorized

Pemda Bantu 60 Mesin Chain Saw bagi Kelompok Industri
Senin, 28/08/2017 13:54 WIB

TEMINABUAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong Selatan (Sorsel) di bawah kepemimpinan Bupati Samsudin Anggiluli, SE dan Wakil Bupati (Wabup) Drs.Martinus Salamuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui industri kecil dan menengah (IKM). Salah satu upaya yang dilakukan yakni membantu sarana dan prasarana penunjang, yakni pemberian bantun mesin potong pohon atau chain saw yang biasa disebut mesin sensor. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorsel memberi bantuan 60 unit mesin potong pohon kepada kelompok IKM yang tersebar di sejumlah distrik. Khususnya distrik yang mempunyai lahan hutan sagu luas. Mengingat saat ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Perindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) tengah mengembangkan IKM dengan fokus pada tanaman sagu. Pasalnya tanaman sagu merupakan produk unggulan Kabupaten Sorsel. Penyerahan 60 mesin chain saw secara simbolis dilaksanakan Senin (21/8) minggu lalu kepada Wenang Bosawer Ketua Kelompok IKM Kampung Siranggo, Distrik Kais, yang berlangsung dalam Apel Pagi PNS di halaman kantor Bupati Sorsel. Penyerahan bantuan diawali pembacaan berita acara serah terima barang. Selanjutnya penandatanganan berita acara dan penyerahan bantuan oleh Wabup Martinus Salamuk. Bantuan 60 mesin chain saw tersebut kepada kelompok IKM  Distrik Seremuk sebanyak 15 buah, Distrik Konda 15 buah dan sisanya akan dibagikan untuk sejumlah distrik lainnya.

 Wabup Martinus Salamuk saat menyerahkan bantuan mesin chain saw kepada Ketua kelompok IKM Kampung Siranggo Distrik Kais Wenang Bosawer menjelaskan, pihaknya berharap bantuan mesin chain saw tersebut digunakan dengan baik. Mengingat saat ini mesin potong pohon tersebut ini sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah Distrik Kais dan Metemani, karena dengan mesin tersebut meringankan proses  penebangan pohon sagu bagi sejumlah kelompok IKM di wilayah Kais dan Metemani. Produksi 2 pabrik sagu di Distrik Kais dan Metemani hingga saat ini terhambat karena petani sagu masih menebang pohon sagu secara manual dengan menggunakan kapak. Dengan diserahkannya mesin chain saw tersebut diharapkan ke depan produksi sagu di kedua perusahaan lebih baik dan pendapatan masyarakat pemilik sagu akan meningkat. Kondisi ini juga meningkatkan ekonomi keluarga maupun ekonomi kelompok petani, Pihaknya juga berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dalam hal ini Dinas Perindagkop dan UKM mengawasi penggunaan mesin chain saw tersebut agar berjalan sesuai peruntukannya. (humas/julius)