Kabupaten Sorong Selatan

Standar Pelayanan

Kementrian Perindustrian Latih Warga Olah Sagu
Minggu, 25/10/2015 15:46 WIB

TEMINABUAN-Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) yang dikenal dengan sebutan Negeri Sejuta Pohon Sagu menjadi sasaran pemerintah pusat, untuk mengembangkan kemampuan masyarakat. Untuk itulah Kementrian Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) melalui Direktorat Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah III melatih warga mengolah berbagai jenis produk makanan sagu. Mengingat bahan baku sagu di Kabupaten Sorsel tidak susah alias melimpah. Diharapkan dengan pelatihan pengolahan produk makanan sagu tersebut, masyarakat mempunyai penghasilan berupa dari produk makanan sagu yang dihasilkan. Dengan uang tersebut, daya beli masyarakat meningkat dan ujung-ujungnya kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Pelatihan pengolahan makanan sagu yang diikuti kelompok masyarakat tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan (Perekbang) Setdakab Sorsel Drs.Menase Thesia Kamis (22/10) lalu bertempat di Hotel Mratuwa Sesna.
 Kasubdit Unggulan Industri Provinsi Direktorat Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah III Kementrian Perindag Ir.Saiful Bahri menjelaskan, kegiatan pelatihan pengolahan sagu ini merupakan bagian dari kegiatan fasilitasi pengembangan industri di daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pasca konflik di Maluku dan Papua. Sagu merupakan komoditi unggulan, sehingga pihaknya memilih pelatihan pengolahan sagu. Selama ini masyarakat hanya menghasilkan sagu sebagai bahan baku atau belum diolah untuk mempunyai nilai tambah. Untuk itulah diharapkan dengan pelatihan pengolahan sagu tersebut, masyarakat mampu mengolah sagu menjadi tepung sagu dan berbagai aneka kue serta minuman. Pihaknya mendatangkan instruktur dari Balai Perindustrian Ambon M.Van Bergen yang menyampaikan materi tentang Diversifikasi Produk Panganan Sagu. Peserta pelatihan tidak hanya mendapat teori tapi juga langsung praktek. Pihaknya telah menyediakan peralatan untuk praktek membuat berbagai produk makanan sagu mulai dari tual. Selanjutnya diolah menjadi tepung sagu dan aneka kue sagu yang mempunyai nilai tambah. Jadi peralatan seperti mikser dan oven untuk membuat kue telah disiapkan dengan standar untuk industri rumah tangga atau ukuran besar, bukan seperti yang biasa digunakan di rumah-rumah. (humas/julius)